Tuesday, October 23, 2012

my phobia

phobia bukanlah suatu penyakit
phobia bukan sebuah kutukan
phobia adalah suatu ingatan
suatu kesan yang berbekas
seperti suatu trauma yang mendalam
sebuah luka yang tak nampak

ini terjadi saat aku masih duduk di bangku taman kanak-kanak, waktu itu setiap kali puasa romadhon, para remaja di kampungku selalu melakukan kegiatan "jalan-jalan"
kegiatan yang dilakukan sesudah subuh, dan masih pagi buta, mereka bergerombol dan berjalan ke sebuah tempat yang bernama taman jati

dan itu adalah petama kalinya aku diajak oleh kakak sepupuku, dia adlah cewe yang lumayan manis waktu itu sehingga banya cowo yang menggoda dia, saat pertama jalan sih suka2 aja aku, sampainya ditaman jati
anak2 cowo mulai melempari kakaku pake petasan, dan selama 1 jam aku dan kakaku dilempari petasan, aku menangis, menjerit, tapi mereka tidak peduli dan tetap melempari kami dengan petasan, andai aku lebih tua 10 tahun, aku hajar mereka di tempat. keudian aku pulang dalam keadaan yang tragis, wajah pucat, air mata yang sudah mengering, seluruh badanku gemetar.

setiap kali aku mendngar suara ledakan petasan, suara petir, suara klakson truk/bis yang kaya trompet, aku akan menutup telinga kaya seorang penakut...
orang tuaku tidak mengerti aku, mereka tidak mengantarku ke seorang psikolog atau ke dokter, mereka mengaggap phobiaku hanya rasa takut yang akan hilang saat aku dewasa, bahkan mereka selalu menyalakan petasan agar aku jadi berani, tapi mereka salah
itu hanya memperburuk keadaan mentalku...


aku tak takut siapapun di dunia ini kecuali ortu dan tuhan dan petasan...
setiap kali petasan meledak telingaku pasti sakit
dan ini akhirnya setiap kali aku mencium bau petasan, pasti aku akan lari karena kemungkinan besar di sekitar situ ada anak yang maen petasan

jika ada orang menantangku bawa parang, celurit, samurai
akan ku hadapi tanpa takut, tapi kalo bawa petasan, lebih baik aku mundur dan menutup telinga..


semua phobia itu sama, yang berbeda adalah apa yang membuatnya dan apa yang menyebabkanya
sebenarnya aku ingin saling share dengan pemilik phobia, tapi sulit...
mereka sering menyebunyikanya, karena mungkin mereka tidak mau kelemahan mereka diketahui orang

No comments:

Post a Comment